PERILAKU MASYARAKAT DESA MATAJASAH DALAM MENJAGA KEBERSIHAN PANTAI DI BANGKALAN PERSPEKTIF INTERAKSI SOSIAL

PERILAKU MASYARAKAT DESA MATAJASAH DALAM MENJAGA KEBERSIHAN PANTAI DI BANGKALAN PERSPEKTIF INTERAKSI SOSIAL 

 



 


 

 

 

DISUSUN OLEH : KAMILYA NAIFAH ALIM_250521100069

 

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA

UNIVERSITAS TRUNODJOYO MADURA 

TAHUN 2026


DAFTAR ISI 


PENDAHULUAN4

BAB I…………………………………………………

1.1 Latar Belakang…………………………………..

1.2 Rumusan Masalah……………………………….

1.3 Tujuan Penelitian………………………………..

1.4 Manfaat Penelitian………………………………

1.4.1 Manfaat Teoritis……………………………….

1.4.2 Manfaat Praktis……………………………….

BAB II………………………………………………..

KAJIAN PUSTAKA………………………………….

2.1 Landasan Teori…………………………………..

2.1.1 Teori Interaksi Sosial Gearge Herbert……….

2.2 Konsep Pendukung………………………………

2.2.1 Perilaku Masyarakat………………………….

2.2.2 Kebersihan Lingkungan Pantai………………

2.2.3 Kesadaran Lingkungan……………………….

2.3 Penelitian Terdahulu…………………………….

Bab III………………………………………………..

METODE PENELITIAN 

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian………………. 

3.2 Lokasi Penelitian…………………………………

3.3 Teknik Pengumpulan Data………………………

3.3.1 Observasi………………………………………..

3.3.2 Wawancara……………………………………..

3.3.3 Dokumentasi……………………………………

3.4 Teknik Penentuan Informasi…………………….

3.5 Teknik Analisis Data……………………………

3.6 Keabsahan Data…………………………………..

DAFTAR PUSAKA…………………………………..



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 

Lingkungan merupakan salah satu unsur penting dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Kondisi lingkungan yang bersih dan sehat menjadi faktor utama dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang baik (Soekanto, 2017). Salah satu bentuk lingkungan yang memiliki nialai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting adalah kawasan pantai. Pantai tidak hanya berfungsi sebagai wilayah pesisisr yang menompang ekosistem laut, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat sekitar, baik sebagai sumber mata pencaharian, tempat aktivitas sosial, maupun sebagai potensi wisata daerah (Keraf, 20214) 

 

    Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu wilayah yang berbeda di pulau Madura memiliki sejumlah kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas masyarakat (Hidayat, 2022). Salah satu wialayah pesisir yang cukup aktif adalah Desa Martajasah. Desa ini memiliki kawasan pantai yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti, berdagang, melaut, bersantai, serta kegiatan ekonomi lainnya. Aktivitas masyarakat yang tinggi di sekitar kawasan pantai memberikan dampak langsung terhadap kondisi kebersihan lingkungan pantai (Sugiyono, 2020) 

 

     Permasalah kebersihan pantai hingga saat ini masih menjadi perhatian utama. Sampah plastik, limbah rumah tangga, serta kurangnnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkunga menyebabkan kondisi pantai sering mengalami pencemaran (Notoatmodjo, 2018). Keadaan ini tertentu dapat menggangu keseimbanga ekosistem pesisir, menurunkan kenyaman masyarakat, serta berdampak pada citra kawasan pantai itu sendiri (Rahmawati, 2021) 

 

       Perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pada dasarnnya tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses sosial yang berlangsung secara terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari (Mead, 1934). Interaksi antarindividu dalam masyarakat berperan besar dalam memebentuk nilai, norma, dan kesadaran kolektif mengenai pentingnnya menjaga kebersihan lingkungan (Soekanto, 2017) 

 

       Menurut interaksi sosial yang dikemukan oleh George Herbert Mead, perilaku individu terbentuk melalui proses interaksi sosial yang melibatkan simbol, makna, dan komunikasi (Mead, 1934). Mead menjelaskan bahwa individu bertindak berdasarkan makna muncul dari interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Dalam konteks kebersihan pantai, perilaku masyarakat kebersihan sebagai dari tanggung jawab sosial bersama (Miles et al., 2014) 

 

        Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran mendalam mengenai realitas sosial masyarakat pesisir dalam menjaga lingkungan pantai (Meleong, 2017). 

 

1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana perilaku masyarakat Desa Martajasah dalam menjaga kebersihan pantai di Bangkalan?
2. Bagaimana bentuk interaksi sosial masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai?  

 

1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahuai perilaku masyarakat Desa Martajasah dalam menjaga kebersihan tikpantai. 
2. Untuk mengetahui bentuk interaksi sosial masyarakat dalam menjaga kebersihan laut. 

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu sosiologi khususnya kajian mengenai interkasi sosial masyarakat dan perilaku lingkungan (Soekanto, 2017).

 

1.4.2 Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran kebersihan pantai (Notoatmodjo, 2018) 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA 

 

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Teori Interaksi Sosial Gearge Herbert Mead

      Teori interaksi sosial menurut Gearge Herbert Mead menjelaskan bahwa tindakan manusia dibentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Mead memandang bahwa realitas sosial dibentuk melalui pross komunikasi simbolik antarindividu (Mead, 1934). 

Mead menjelaskan tiga konsep utama 

a. Pikiran 

Pikiran merupakan kemampuan individu untuk memahami makna melalui simbol-simbol sosial. Dalam penelitian ini, masyarakat memaknai makna kebersihan pantai melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan sosial mereka. 

b. Diri 

Diri dibentuk melalui proses interaksi dengan orang lain. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai muncul ketika individu memahami bagaimana masyarakat menilai tindakan mereka terhadap lingkungan. 

c. Masyarakat 

Masyarakat menjadi ruang tempat individu belajar nilai, norma, dan aturan sosisl. Lingkungan sosial Desa Martajasah berperan dalam membentuk perilaku masyarakat terhadap kebersihan pantai. Dalam penelitian, teori Mead digunakan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Desa Martajasah membentuk kesadaran menjaga kebersihan pantai melalui interaksi sosial. 

2.2 Konsep Pendukung

2.2.1 Perilaku Masyarakat

      Perilaku masyarakat merupakan segala bentuk tindakan, kebiasaan, serta respons individu maupun kelompok yang muncul sebagai hasil interkasi antara faktor internal dan eksternal dalam kehidupan sosial. Faktor internal meliputi pengetahuan, kesadaran, persepsi, sikap, dan motivasi individu. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh lingkungan sosial, budaya, norma masyarakat, kebiasaan kolektif, serta aturan yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Menurut Notoatmodjo (2018), perilaku merupakan respons seseorang terhadap stimulus yang berasal dari lingkungan sekitar, baik dalam bentuk tindakan yang tampak maupun sikap yang tidak tampak secara langsung. 

       Pada penelitian ini, perilaku masyarakat dipahami sebagai bentuk tindakan nyata masyarakat dipahami sebagai bentuk tindakan nyata masyarakat Desa Martajasah dalam menjaga kebersihan pantai, seperti membuang sampah pada tempatnnya, mengikuti gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan pesisir, serta menunjukkan kepedulian terhadap kondisi pantai sekitarnya. Perilaku tersebut menjadi indikator penting untuk melihat tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pantai sebagai bagian dari tanggung jawab sosial bersama. 

2.2.2 Kebersihan Lingkungan Pantai

       Kebersihan lingkungan pantai merupakan kondisi kawasan pesisir yang bebas dari sampah, pencemaran, dan kerusakan lingkungan sehingga mampu mendukung keseimbangan ekosistem serta kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Lingkungan pantai yang bersih tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memilki dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan bagi masyarakat pesisir. Menurut Keraf (2014), kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem serta menciptakan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. 

       Dalam penelitian ini, kebersihan lingkungan pantai dipahami sebagai bentuk kondisi fisik pantai yang mencerminkan adannya kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Kebersihan pantai menjadi cerminan dari tingkat kesadaran sosial masyarakatserta hasil dari interaksi sosial yang mendorong terciptanya tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan. Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan pantai tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan hasil kerja sama sosial seluruh elemen masyarakat Desa Martajasah. 

2.2.3 Kesadaran Lingkungan

     Kesadaran lingkungan meruapakan sikap peduli individu terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kesadaran lingkungan tidak hanya sebatas pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga tercermin melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Keraf (2014), kesadaran lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab moral manusia terhadap kelestarian alama sebagai bagian dari keberlangsungan hidup bersama. 

2.3 Penelitian Terdahulu

      Pertama penelitian yang dilakukan oleh Sitti Rahmawati dari fakultas ilmu politik Universitas Airlangga yang berjudl partisipasi masyarakat pesisir dalam menjaga kebrsihan lingkungan pantai kabupaten Lamongan. Penelitian ini membahas keterlibatan masyarakat pesisir dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai melalui kegiatan gotong royong dan mengelolah sampah bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keebrsihan pantai dipengaruhi oleh tingkat interaksi sosial dan adanya dorongan dari tokoh masyarakat setempat. Penelitian ini relevan dengan penelitian sekarang karena sama-sama membahas perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Namun, penelitian terdahulu lebih menitikberatkan pada bentuk partisipasi masyarakat secara umum, sedangkan penelitian ini lebih memfokuskan pada perilaku masyarakat desa martajasah dalam perspektif interaksi sosial yang membentuk kesadaran kolektif terhadap kebersihan pantai(Rahmawati, 2022). 

       Kedua, penelitian jurnal oleh Andi Prasetyo yang berjudul kesadaran lingkungan masyarakat pesisir dalam pengelolah sampah pantai di wilayah pesisir Surabaya. Penelitian ini membahas tingkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolah sampah di kawasan pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat sebagaian masyarakat yang belum memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnnya menjaga kebersihan lingkungan pantai. Faktor pendidikan, lingkungan sosial, dan kebiasaan masyarakat menjadi penentu utama terbentukknya perilaku peduli lingkungan. Penelitian ini memilki persamaan dengan penelitian sekarang karena sama-sama menyoroti perilaku masyarakat terhadap kebersihan panti. Perbedaannya terletak pada fokus penelitian, dimana penelitian terdahulu lebih menekannkan pada aspek pengelolaan sampah, sedangkan penelitian ini mengajikan perilaku masyarakat melalui perspektif interaksi sosial (Prasetyo, 2023). 

        Ketiga, penelitian oleh Nur Aisyah berjudul interaksi sosial masyarakat pesisir dalam pelestarian lingkungan pantai di kabupaten Gresik. Penelitian ini membahas bagaimana pola interaksi sosial masyarakat memengaruhi upaya pelestarian  lingkungan pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang baik antarmasyarakat mampu membangun kerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penelitian ini relevan karena sama-sama menggunakan perspektif interaksi sosial dalam memahami perilaku masyarakat. Namun, penelitian terdahului lebih fokus pada pelestarian lingkungan secara khusus membahas perilaku masyarakat Desa Martajasah dalam menjaga kebersihan pantai (Aisyah, 2021) 

 

Tabel 2.3 Penelitian Terdahulu

No. 

Judul Penelitian 

Tahun

Persamaan

Perbedaan

1. 

Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Menjaga Kebersihan Lingkungsn Pantai di kabupaten Lamongan 

2022

Penelitian ini memiliki persamaan dalam membahas perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pantai. Sama-sama meneliti keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebrsihan kawasan pesisir. 

Perbedaan terletak pada fokus penelitian. Penelitian terdahulu berfokus pada bentuk partisipasi masyarakat secara umum, sedangkan penelitian ini berfokus pada perilaku masyarakat Desa Martajasah dalam perspektif interaksi sosial. 

2.

Kesadaran Lingkungan Masyarakat Pesisir dalam Pengelolaan Sampah Pantai di Wilayah Pesisir Surabaya

2023

Penelitian ini memiliki persamaan dalam mengkaji kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pantai dan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. 

Perbedaannya terletak pada pengelolaan sampah pantai, sedangkan penelitian ini mengkaji perilaku masyarakat melalui perspektif interaksi sosial di Desa Martajasah. 

3.

Interaksi Sosil Masyarakat Pesisir dalam Pelestarian Lingkungan Pantai di kabupaten Gresik 

2021

Penelitian ini memiliki persamaan dalam mengkaji kesadaran masyarakat terhadap kebersihan pantai dan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir. 

Perbedaanya terletak pada objek kajian. Penelitian terdahulu lebih menekannkan pada pengelolaan sampah pantai, sedangkan penelitian ini mengkaji perilaku masyarakat melalui perspektif interkasi sosial di Desa Martajasah. 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1 Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Penelitian ini digunakan pendekatan kuliatatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena bertujuan memahami makna dan realitas sosial yang dialami masyarakat secara mendalam ( Creswell, 2018)

 

3.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakuakan di Desa Martajasah Kabupaten Bangkalan, lokasi ini dipilih karena merupakan wilayah pesisir dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi 

 

3.3 Teknik Pengumpulan Data
3.3.1 Observasi

Penelitian ini melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi kebersihan oantai dan aktivitas masyarakat yang ada di lokasi tersebut 

3.3.2 Wawancara

Wawancara dilakukan secara mendalam kepada informan 

3.3.3 Dokumentasi

Dokumentasi dilakukan melalui foto, catatan laporan, dan arsip pendukung

 

3.4 Teknik Penentuan Informan

Peneliti menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan berdasarkan pertimbangan tertentu. Informan terdiri dari :

1. Masyarakay sekitar 
2. Pedagang sekitar pantai 
3. Pengunjung pantai 

 

3.5 Teknik Analisis data

Analisis data dilakukan menggunakan metode interaktif dari miles, humberman, dan saldana 

Tahap Analisis : 

1. Reduksi Data 

Memilih dan menyederhanakan data 

2. Penyajian Data 

Menyusun data dalam bentuk narasi deskriptif 

3. Penarikan kesimpualan 

Menyimpulkan hasil penelitian berdasarkan pola-pola yang ditemukan. 

 

3.6 Keabsahan Data

Keabsahan data dilakukan melalui trianggulasi, teknik, dan trianggulasi waktu (meloeng, 2017)

DAFTAR PUSAKA

 

Creswell, j. w. 2018. Researc Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Approaches, 5th ed. Thoudand Oaks: SAGE Publication. 

Hidayat. 2022. Interaksi Sosial dan Kesadaran Lingkungan. Jurnal Sosiologi Lingkungan, 8(2), 45-60.

Keraf, A. S. 2014. Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Kompas.

Mead, G. H. 1934. Mind, Self, and Society. Chicago: University of Chicago Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Moleong, L. J. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, S. 2018. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahmawati, D. 2021. Perilaku Masyarakat Pesisir dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(1), 23-35.

Sari, P. 2023. Kesadaran Kolektif Masyarakat Pesisir dalam Menjaga Kelestarian Pantai. Jurnal Sosial Budaya, 10(3), 78-92.

Soekanto, S. 2017. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. 2020. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perubahan Pola kehidupan keluarga saya, keluarga??

Resume metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan

Resume Buku Metode Kualitatif Karya Abdul Fattah